Harut wa Marut

Asbabun Nuzul

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata: “Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan bathil, yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut (S. 2: 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai syaitan daripada iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Sebab turunnya ayat ini: diriwayatkan dari Muhammad Ishaq dan Imam Thabari dan lainnya bahwa beberapa pendeta Yahudi berkata: “Jangan heran kalian dengan Muhammad, yang berkata bahwa Sulaiman adalah seorang nabi? Itu semua bohong, Sulaiman hanyalah seorang penyihir.” Maka turunlah ayat ini.

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

[102: البقرة]

Artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” [QS. al-Baqarah (2): 102]

Sorry, but I must says we'd different view about ustadz Buya Yahya, I thinks you are like They Says ; "Those Who Are Ignorant Know No Fear!" (address to ignorants ppl who denied the truth Harut Marut)

Youtube Audience's Channel

Buya Yahya - Bohongnya Kisah Harut Marut

Channel : Elfasy Jidda

Subs. 171.  |  View. 4,7k.  |  Duration. 2.04 menit  |  Like. 79.  |  Dislike. 4.  |  Upload 1 tahun lalu

Buya : "Dan Malaikat juga Ma'shum..."

"Jangan percaya kisah Harut Marut yang lalu bercumbu dengan perempuan kemudian dihukum disiksa itu adalah cerita dusta Harut Marut..."

"Kalau Malaikat ya Ma'shum gak ada dosa..."

"Kisah Harut Marut Isroiliyat ada kisah Harut Marut adalah Malaikat yang diutus dikasih hawa nafsu kasih syahwat kemudian mengenal perempuan gak mampu gak bertahan makanya melakukan Zina dan sebagainya lalu dihukum... Wah ini... Palsu kisah itu"

"Harut Marut adalah Malaikat yang diutus oleh Allah untuk menguji وَمَا يُعَلِّمَانِ (Dan keduanya tidak mengajarkan...?) ada juga gak hafal Qur'an... Hah? Hah...? Dimana ayatnya? Hei...? 

مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ (...kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir") 

mana hafal Qur'an? Hafalan Qur'an? Hei...?"

"Nah ni, ...itu fitnah فَلَا تَكْفُرْ ya... نَحْنُ فِتْنَةٌ kami itu ujian, bukan dia adalah melakukan maksiat, ini adalah kisah - kisah palsu..."

"Jangan percaya dengan kisah Harut Marut yang diberi oleh Allah hawa nafsu seolah olah.. begini dialognya dengan Allah ; "Gimana manusia kok pada melakukan kemaksiatan" , dijawab oleh Allah, "Ya ini.. itu karena dia punya hawa nafsu, kalau punya hawa nafsu kamu pun juga begitu" . Akhirnya dijujuk juga, Malaikat dikasih hawa nafsu sampai turun ke Bumi.. Karena punya hawa nafsu.. ya terpesona dengan urusan syahwatnya lalu sampai melakukan kehinaan.. Ini kan kurang ajar dengan Malaikat kisah semacam ini, GAK ADA!"

"Jangan, jangan percaya dengan kisah - kisah semacam ini"

"Mukjizat, mukjizat Nabi Ma'shum dan Malaikat juga Ma'shum, tidak akan maksiat sama sekali Malaikat".


Youtube Audience's Channel

Kisah Malaikat Harut wa Marut |  Buya Yahya menjawab

Channel : Buya Yahya

Subs. 182k.  |  View. 11k.  |  Duration. 4.43 menit  |  Like. 236.  |  Dislike. 5.  |  Upload 1 tahun lalu

Tanya : "ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Jawab : "وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Tanya : "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ "

Jawab : "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ "

Tanya : "Saya ingin bertanya tentang surat Al-Baqarah ayat 102 dan bagaimana apa ada hubungannya dengan kisah Malaikat Harut dan Marut yang turun di Babil Iraq, sekian mohon maaf, ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "

Jawab : "وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . Baik, kisah Harut Marut... kisah Harut Marut adalah kisah yang banyak.. eh, kisah Harut Marut yang tidak benar adalah kisah Harut Marut yang menceritakan bahwasannya itu Malaikat yang bermaksiat... Malaikat yang bermaksiat, sampai dikisahkan Harut Marut turun ke Bumi lalu melakukan berzina dengan perempuan lalu dihukum oleh Allah itu gak benar... Malaikat adalah Ma'shum dan terjaga.. Itu ceritanya tentang 

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ ("Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia...")

Jadi, Harut Marut adalah ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ

2 Malaikat Harut wa Marut, bukan Harut Marut untuk mengajari sihir agar mereka menyihir orang... ini tidak dilakukan, ini adalah fitnah.. sebab dikatakan disitu 

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ 

Kasih nasehat... فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِ 

akhirnya mereka belajar, lha menyalahgunakan ilmu... Jadi, kisah Harut Marut itu adalah Harut Marut mengajarkan bukan untuk digunakan menyihir, tapi agar tahu ini loh.. tapi disalahgunakan. Sama, dihari ini pun ada orang Al-Qur'an disalahgunakan... Ada didalam hukumnya... Ada saat Al-Qur'an disalahgunakan untuk.. mohon maaf ya misalnya untuk kayak sihir jadinya, ya bagaimana Al-Qur'an dipakai sihir? Kan ada namanya menulis nulis ayat Al-Qur'an tapi gak masuk akal, ada..., gak tahu ilmunya siapa...? Agar punya anak laki - laki tulis ayat Al-Qur'an.. dipakai.. kan mendurhakai, durhaka kepada Allah. 

Ini kayak Harut Marut, ini kayak yang menyelewengkan belajar ajaran Harut Marut, ada... Makanya ada buku "Aufaq" (karya Imam Al-Ghazali). Buku ini tentang "wifiq" ... "wifiq" itu adalah ayat -ayat, dibalik ayat itu memang ada hikmah tapi kalau tempatnya benar, penulisannya benar, ada... Masak ada ayat Al-Qur'an di pendam di tanah, ayat Al-Qur'an ditelan, ayat Al-Qur'an taruh ditulis dipaha.. itu pasti buku "wifiq" yang menyesatkan... Lha itu penyelewengannya yang belajar dari ulama seperti menyelewengnya umat Nabi Sulaiman kepada Harut wa Marut.

Jadi, Harut wa Marut adalah bukan,... Kalau kisah Harut Marut israoiliyat... Kisah palsu Harut Marut itu turun menjadi seperti Manusia melakukan Zina dan sebagainya sampai ditendang dilempar dihukum digantung menjadi bintang kejora dan sebagainya, walah macem- macem, ENGGAK!

Mereka adalah Malaikat yang terjaga dan tidak bermaksiat. Mereka tidak mengajari untuk mereka menyihir orang, tapi agar beritahu ini loh sihir, 

"فَلَا تَكْفُرْ" awas, jangan engkau kufur dengan ini... Tapi biasa, kan Al-Qur'an saja diselewengkan, ada... Apalagi ajaran ilmu itu diselewengkan... jadi, sihir- sihir itu menyelewengkan, bukan Harut Marut mengajarkan sihir agar menyihir orang, TIDAK! 

Jadi, seperti itu... 

Harut Marut adalah 2 Malaikat... Harut Marut adalah 2 Malaikat yang Ma'shum, Malaikat gak akan berdosa dan tidak berdosa dan tidak mengajarkan dosa. Akan tetapi kisah menyihir waktu itu adalah mereka (manusia) menyelewengkannya, menggunakan- menyalahgunakan ilmu yang diajarkan Harut wa Marut, sama ustadz menyalahgunakan Al-Qur'an (wifiq sesat), semestinya untuk Allah jadi untuk dunia, terjerumus juga sama kasusnya... kasusnya penyelewengan.

INGAT! Hati -hati dibalik kisah Harut Marut memang banyak kisah isroiliyat, kisah yang gak jelas, bertentangan dengan syariat, bertentangan dengan aqidah, dan itu banyak yang tersebar, maka jauhilah kisah- kisah semacam itu. والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ .

Hadits riwayat Ahmad mengenai kisah Harut Marut dinilai berasal dari israiliyat, isnadnya dhoif dan matannya bathil. Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa kedua malaikat tersebut berasal dari langit dan diturunkan ke bumi dan terjadilah apa yang terjadi pada mereka berdua. Al Hafidz bin Katsir berkata: "Kisah Harut dan Marut ini diriwayatkan dari beberapa tabi'in seperti Mujahid, Suddi, Hasan al Bashri, Qotadah, Abul Aliyah, Zuhri, Rabi' bin Anas, Muqotil bin Hayyan dan lain-lain dan dibawakan oleh banyak penulis tafsir dari kalangan terdahulu dan belakangan. Kesimpulan detail dari kisah Harut dan Marut ini kembali kepada kisah Israiliyat, karena riwayatnya tidak ada sama sekali dalam hadis marfu' yang bersambung sanadnya dari Nabi Muhammad yang tidak berbicara dengan hawa nafsunya. Dan redaksi Alquran menyampaikan kisah itu secara global, tidak secara rinci.

Syeikh Athiyah Saqar menyebutkan bahwa di beberapa buku tafsir disebutkan kedua malaikat itu telah diturunkan ke bumi sebagai fitnah sehingga Allah mengadzab mereka berdua dengan menggantung kedua kaki mereka, perkataan para mufassir ini bukanlah sebagai salah satu hujjah (dalil) dalam hal ini, karena kisah tersebut berasal dari warisan masyarakat Babilonia dan penjelasan orang-orang Yahudi serta kitab-kitab Nasrani. Karena tidak sesuai dengan salah satu ayat di dalam Al Qur'an. 

Al Hafidz bin Hazm berkata: "Di antara bukti-bukti yang menunjukkan kebathilan kisah Harut dan Marut ada di dalam salah satu firman Allah: “ "Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk menguji iman) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. (Al Hijr 15:8) 

Para malaikat tidaklah maksiat kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka pun melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, firman Allah: “ "...dan malaikat-malaikat yang di sisiNya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Al Anbiya 21:19–20) ” “ "Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahuluiNya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (Al Anbiya 21:26–27)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. Az Zajjaj mengatakan bahwa perkataan itu adalah juga pendapat kebanyakan ahli bahasa. Artinya bahwa pengajaran kedua malaikat itu kepada manusia adalah berupa larangan, keduanya mengatakan kepada mereka, "Janganlah kalian melakukan ini (sihir) dan janganlah kalian diperdaya dengannya sehingga kalian memisahkan seorang suami dari isterinya dan apa yang diturunkan kepada mereka berdua adalah berupa larangan." (Al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472.)

Link : 

(1). http://www.salamdakwah.com/artikel/144-hadits-dhoif-kisah-dua-malaikat 

(2). https://idrislagaligo1234.wordpress.com/dajjal/hadist-seputar-kisah-harut-marut/

(3). https://tafsiralquran.id/tafsir-surat-al-baqarah-ayat-102/

Di antara sekian banyak cerita Israiliat dalam Midrash (Kitab Tafsir Yahudi) ada sebuah cerita tentang 2 malaikat yang memohonkan izin kepada Allah turun ke bumi, tetapi kemudian mereka menyerah kepada godaan, lalu sebagai hukuman mereka digantung di Babilonia dengan kaki di atas. Cerita-cerita tentang para malaikat yang berdosa yang telah menerima hukuman demikian sudah menjadi kepercayaan kalangan kristiani dahulu juga. (lihat II Petrus 2: 4, dan Surat Yudas , ayat 6)


Kristen, lihat film Legion (2010) Gabriel vs Michael.

Yudas 1 :6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar. 

2 Petrus 2 :4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman. 

Derajat Hadits BATIL. Tidak benar datangnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Syaikh Al-Albani berkata: Hadits ini BATIL.” (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah I/315 no.170) Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam ta’liqnya terhadap Musnad Imam Ahmad berkata: “Isnad hadits ini DHO’IF, dan matannya BATIL.” (Lihat Musnad Ahmad II/134) Di dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang bernama Zuhair bin Muhammad At-Tamimiy Al-Marwaziy. Dia tsiqoh, tapi biasa meriwayatkan hadits yang munkar, seperti hadits Harut dan Marut ini. Selain itu, gurunya yang bernama Musa bin Jubair, dia adalah seorang perawi hadits yang mastur (tidak jelas orangnya atau diketahui jati dirinya). 

Apakah menurutmu para ustadz dibawah ini berbohong? Menurut saya tidak. Wallaahu 'a'lamu.

Saya condong ke pemikiran yang lurus saja, yang tidak kontradiksi dengan Al-Qur'an.

(1). Ustadz Buya Yahya - Harut wa Marut --> https://youtu.be/fI5IUenIL9g 

(2). Ustadz Khalid Basalamah - Harut wa Marut --> https://youtu.be/XYK-ykFEapA

(3). Ustadz Adi Hidayat - Harut wa Marut --> https://youtu.be/bxnLJJpsYDU

(4). Syaikh Utsman Al-Khamiss - Harut wa Marut --> https://youtu.be/8mAsz3QeI8o

(5). Ustadz Shabir Ally - Harut wa Marut --> https://youtu.be/5dpb9jnWyeg


Al-Qur’an memaparkan kisah-kisah umat terdahulu, baik mereka yang bertauhid dan menjalankan konsekuensinya berupa amalan atau ketaatan, maupun mereka yang musyrik dengan hukuman yang mereka terima. Dalam mengisahkan keadaan mereka, yang menonjol tentu saja nasihat dan peringatan yang berharga bagi orangorang yang datang sesudah umat-umat tersebut. 

Tidak dimungkiri bahwa jiwa kita sering cenderung ingin mengetahui sesuatu lebih lengkap. Oleh sebab itu, ada sebagian kaum muslimin yang bertanya tentang rincian ihwal umat-umat terdahulu kepada saudaranya yang sebelumnya berasal dari kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), yang mungkin dipaparkan lebih lengkap dalam Taurat dan Injil. Namun, belum tentu mufasir yang memasukkan berita Israiliyat ke dalam tulisan mereka menjadikannya sumber pemahaman, arahan, dan pedoman hukum. Alasan mereka umumnya adalah untuk menutupi celah sejarah yang diyakini kaum muslimin bahwa itu pernah ada, sedangkan al-Qur’an dan sunnah, tidak menguraikan secara rinci sejarah awal penciptaan alam semesta dan berita umat-umat terdahulu. Al-Qur’an dan as-Sunnah menguraikan kejadian tersebut dengan sesuatu yang bisa merealisasikan tujuan hidayah dan penetapan syariat. Jadi, ketika pada sebagian kaum muslimin ada keinginan mendapat tambahan untuk lebih dalam mengenal rincian kisah ini, mereka bertanya kepada ahli kitab dan mendengarkan berita mereka, yang mungkin saja ada yang sahih, tetapi kebanyakannya belum jelas statusnya atau palsu. Akan tetapi, sebagian berita tersebut pada keadaan tertentu, tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama yang mulia ini, sehingga tidak merugikan kaum muslimin apakah mereka menerima kebenarannya ataukah sebaliknya (menolaknya red.), selama tidak bersentuhan dengan prinsip keyakinan dan hukum syariat. 

Inilah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang mengatakan, “Dahulu, ahli kitab itu membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkannya dengan bahasa Arab kepada kaum muslimin. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

لاَ تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلاَ تُكَذِّبُوهُمْ. قُولُوا: آمَنَّا بِا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ

“Janganlah kamu menganggap benar ahli kitab. Jangan pula menganggap mereka dusta. Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada kamu’.”


Pembagian Israiliyat 

Link : (1) https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/menyikapi-riwayat-israiliyat/%3famp 

(2) https://konsultasisyariah.com/11701-pengertian-israiliyat.html

Berita Israiliyat terbagi menjadi beberapa bagian dalam beberapa kategori. Akan tetapi, adanya perubahan dan penyelewengan yang menimpa Taurat dan Injil, menyebabkan syariat ini melarang kitab-kitab tersebut dibaca. Oleh sebab itu, yang diperhatikan dalam kisah tersebut ialah sesuai atau tidaknya berita itu dengan syariat yang mulia ini. 

Yang pertama adalah berita yang sesuai dengan syariat kita, yaitu berita yang kita ketahui kesahihannya melalui keterangan yang ada pada kita, maka berita Israiliyat itu sahih. yang menjadi standar dalam hal ini adalah dalil Alquran atau hadis shahih. Di antara contohnya adalah hadis dari Ibnu Mas’ud, bahwa ada seorang pendeta Yahudi yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengatakan, 

يا محمد، إنا نجد أن الله يجعل السماوات على إصبع، وسائر الخلائق على إصبع فيقول: أنا الملك 

“Wahai Muhammad, kami mendengar bahwa Allah menjadikan langit di satu jari dan semua makhluk juga di salah satu jari. Lalu Allah berfirman: “Sayalah Raja.” Mendengat hal ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung tertawa, sehingga terlihat gigi geraham beliau, karena membenarkan ucapan si pendeta. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, 

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعاً قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ 

“Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar: 67) (HR. Bukahri no. 4811 dan Muslim 2786) 

Yang kedua, yang kita ketahui kedustaannya, dengan apa yang ada pada kita, yang menyelisihinya. yang didustakan dalam Islam; berita semacam ini statusnya batil, dan wajib diingkari. Misal, Nabi Isa adalah putra Allah, atau seperti yang disebutkan dalam hadis Jabir berikut: 

كانت اليهود تقول إذا جامعها من ورائها، جاء الولد أحول 

“Orang Yahudi mengatakan, jika seorang suami mendatangi istrinya dari belakang maka anaknya nanti juling.” Kemudian Allah dustakan anggapan orang Yahudi ini dengan menurunkan firman-Nya: 

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ 

“Istri kalian addalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian, dari mana saja yang kalian inginkan.” (QS. Al-Baqarah: 223) (HR. Bukhari 4528 dan Muslim 1435) 

Yang ketiga, berita yang tidak ada penegasan tentang kebenaran atau kedustaannya. Inilah yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana riwayat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu di atas, ketika ahli Kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani, lalu menafsirkannya dengan bahasa Arab untuk orang-orang Islam, 

لاَ تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلاَ تُكَذِّبُوهُمْ. قُولُوا: آمَنَّا بِا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ

 “Janganlah kamu membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, ucapkanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada kamu.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, 

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً ، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّار 

“Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Ceritakanlah tentang Bani Israil, dan tidak apa-apa. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatilah tempat duduknya di neraka.” 

Jenis yang ketiga ini, seringnya berisi hal yang tidak ada faedahnya, seperti: nama pemuda yang tertidur di dalam gua, warna anjing yang menyertai mereka, burung yang dihidupkan oleh Allah ‘azza wa jalla untuk Nabi Ibrahim, serta penentuan bagian tubuh sapi yang mana yang dipukulkan kepada korban pembunuhan di tengah-tengah Bani Israil dahulu. 

Karena itu, terhadap berita yang ketiga ini, kita tidak boleh mengakui kebenarannya, tidak pula boleh mendustakannya sama sekali. Sebab, bisa jadi, kita mengakui kebenarannya, ternyata hal itu adalah sebuah kebatilan, atau kita mendustakannya, ternyata itu adalah sebuah kebenaran. 

Dengan demikian, yang ketiga inilah yang diizinkan meriwayatkannya, sebagaimana dalam hadits di atas. Akan tetapi, hadits di atas tidaklah menunjukkan bolehnya mengada-adakan dusta terhadap Bani Israil, tetapi sekadar sebuah keringanan (rukhshah) akan bolehnya menceritakan sesuatu tentang mereka, meskipun sanadnya tidak sahih, karena sulit melacaknya. 

Wallahu a’lam






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liuxing Hudie Jian - Meteor, Butterfly, Sword.