Youtube Audience Channel

"Ini alasan Nabi nikahin Aisyah, awas jangan asal nuduh"









Pembicara : Ustadz Adi Hidayat (UAH) LC MA
Channel : Audio Dakwah
1 Jt View • 31 Rb Like • 4.2 Rb Komen • 6:52 Menit

"Awas anda jangan tertipu dengan Orientalis, sekarang banyak disebarkan, termasuk teman-teman kita non-muslim. Ya itu isu palsu itu.

Anda, kalau ada pernyataan begini, "Umat Islam itu tidak muliakan perempuan" , "Enak aja menikah dengan berapa" , dan sebagainya...Poligami.
Demi Allah Saya katakan itu racun yang ditanamkan. Anda salah baca..salah baca. Jikalau membaca itu yang jelas riwayatnya. 

Dari dulu, banyak orang merendahkan perempuan, bahkan seenaknya saja. Dulu di Cina, ada Raja yang Kaisarnya itu selirnya 1000. seribu tuh...duh luar biasa, setahun cuma mengunjungi berapa...365 istrinya, itu 3 tahun sekali baru dapat dikunjungi semua istrinya. sebelumnya lagi, ada lagi yang lebih banyak lagi. Jaman Jahiliyah...

Di Eropa..banyak juga seperti itu, selirnya banyak, gundiknya banyak dan gak ada yang dianggap, bahkan ada perempuannya yang diperjual-belikan seenaknya. Suami bisa tukeran...termasuk Jahiliyah. Datang Islam, diluruskan itu semua. Diarahkan dengan baik, "Jangan perlakukan perempuan seperti itu" . kata Al-Qur'an. turun surat ke-3 ayat 36.

🤔 . Al-Qur'an Surat Ali ‘Imran Ayat 36 

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ ٱلذَّكَرُ كَٱلْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّى سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ 

Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". 

Perempuan punya keistimewaan, diberikan hak disitu, diberikan bagian warisannya. Dulu itu gak ada warisan. 

🤔 . Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 11 

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةً فَلَهَا ٱلنِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا 

Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 

Diberi hak waris untuk mengangkat derajat perempuan...termasuk dibatasi. Kata Allah, Jangan kamu seenaknya begitu, bukan perempuan ratusan, ribuan..TIDAK! . kalau kamu memang sanggup untuk bisa menikah lebih dari satu perempuan.. ini alasannya.. kalau memang bisa. Jangan lebih dari 4. Ada satu pengen nambah..2. Pengen nambah..3. Tiga ke empat. 4 cukup. Diluar batas kesanggupannya, TIDAK! . Cuma Nabi Muhammad yang Saya berikan kemuliaan, apa itu..petunjuk untuk menikah dengan 9 perempuan. Al-Bukhari, hadits nomer sekian dari Anas bin Malik.  Sembilan... 9 itupun dengan hikmah, bukan hubbud dunya. karena semuanya merata.

🤔 . Ayat Tentang Poligami . Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 3  

 وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُوا۟ 

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

🤔 . Al-Quran Surat Al-Ahzab Ayat 50 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَٰجَكَ ٱلَّٰتِىٓ ءَاتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَٰلَٰتِكَ ٱلَّٰتِى هَاجَرْنَ مَعَكَ وَٱمْرَأَةً مُّؤْمِنَةً إِن وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِىِّ إِنْ أَرَادَ ٱلنَّبِىُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِىٓ أَزْوَٰجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

🤔 . Di sebutkan juga di Fathul Bari oleh Ibn Hajar al-Asqalani - Penjelasan Shahih Bukhari. Jilid 2. Bab 5. Mandi. Hadits nomer 12. Halaman 432 (peneliti : Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz).
Ummul Mukminin
1. Khadijah binti Khuwailid خديجة بنت خويلد
2. Saudah binti Zam'ah سودة بنت زمعة
3. Aisyah binti Abu Bakar عائشة بنت أبي بكر
4. Hafsah binti Umar حفصة بنت عمر
5. Zainab binti Khuzaimah زينب بنت خزيمة
6. Zainab binti Jahsy زينب بنت جحش
7. Hindun binti Abu Umayah هند بنت أبي أمية
-Ummu Salamah أم سلمة  
-Hindun Al-Makhzumiyah هند المخزومية
8. Raihanah binti Zaid ريحانة بنت زيد
9. Juwairiyah binti Al-Harits جويرية بنت الحارث‎
10. Shafiyah binti Huyay صفية بنت حيي
11. Ramlah binti Abu Sufyan رملة بنت أبي سفيان
-Ummu Habibah أم حبيبة
12. Maimunah binti Al-Harits مَيْمُونَة بنت ٱلَحَارِث ٱلْهِلَالِيَّة
13. Mariyah binti Syam'un مارية بنت شمعون القبطية
Periode 11 istri dan 9 istri tersebut tentu saja terjadi setelah beliau hijrah ke Madinah. Pernikahan Nabi di Mekkah hanya terjadi kepada Sayyidah Khadijah dan Sayyidah Saudah dan hubungan Nabi dengan Aisyah masih sebatas pingitan di Mekkah yang kemudian disempurnakan di Madinah. Ketika Nabi awal berumahtangga di Madinah, hanya di temani oleh Sayyidah Saudah dan Sayyidah Aisyah. Karena Sayyidah Khadijah telah wafat 3 tahun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Nabi kemudian menikahi Hafsah binti Umar. Istri beliau berikutnya adalah Zainab binti Khuzaimah, namun Sayyidah Zainab ini hanya menjalani pernikahan beberapa bulan, istri beliau yang dikenal lama sebagai "ummul masakin" ini wafat kurang lebih bersamaan dengan lahirnya Husain, cucu Nabi dari pasangan Ali dan Fatimah. Kemudian Nabi menikahi Zainab binti Jahsy atas perintah Allah sebagai pembeda hubungan Mahram. Istri Nabi berikutnya adalah Hindun binti Abi Umayah. yang lebih dikenal sebagai Umm Salamah. Berikutnya janda maula dari bani Nadhir yang sebelumnya bersuamikan orang Quraizah di peristiwa pengepungan bani Quraizah bernama Raihanah binti Zaid. Kemudian istri beliau berikutnya adalah Juwairiyah binti Al-Harits. Istri beliau berikutnya adalah Shafiyah binti Huyay dari peristiwa Kaybar. Istri beliau berikutnya datang dari Habsy, yaitu Ramlah binti Abu Sufyan. yang lebih dikenal sebagai Umm Habibah. Maimunah binti Al-Harits adalah istri beliau berikutnya. Di tambah kedatangan maula dari Mesir bernama Mariyah Al-Qibtiyah.
Jadi, kemungkinan yang dimaksud 11 istri Nabi tersebut dari jalur periwayatan Hisyam adalah semua istri Nabi di periode Madinah tapi minus Zainab bin Khuzaimah karena umur pernikahan dengan Nabi terhitung pendek. Serta mengikut sertakan 2 maula Nabi, yaitu Raihanah dan Mariyah. (1. Saudah, 2. Aisyah, 3. Hafsah, 4. Zainab binti Jahsy, 5. Hindun, 6. Raihanah, 7. Juwairiyah, 8. Shafiyah, 9. Ramlah, 10. Maimunah, 11. Mariyah).
Sementara dari jalur periwayatan Said adalah 9 istri Nabi di periode Madinah tanpa menyebutkan 2 maula Nabi (Raihanah dan Mariyah) dan tidak menyertakan Zainab binti Khuzaimah karena usia pernikahan yang pendek.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُورُ عَلَى نِسَائِهِ فِي السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ مِنْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُنَّ إِحْدَى عَشْرَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَوَكَانَ يُطِيقُهُ قَالَ كُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُعْطِيَ قُوَّةَ ثَلَاثِينَ وَقَالَ سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ إِنَّ أَنَسًا حَدَّثَهُمْ تِسْعُ نِسْوَةٍ 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepada saya bapakku dari Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,: "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. mendatangi isterinya pada waktu yang sama di malam hari atau siang hari, saat itu jumlah isteri-isteri Beliau 11 orang". Aku bertanya kepada Anas bin Malik radliallahu 'anhu: "Apakah Beliau mampu?". Jawabnya: "Beliau diberikan kekuatan setara 30 lelaki". Berkata, Sa'id dari Qatadah bahwa Anas radliallahu 'anhu menerangkan kepada mereka bahwa jumlah isteri-isteri Beliau shallallahu 'alaihi wasallam. saat itu 9 orang".

Kenapa dinikahkan dengan Aisyah RA . Allah yang pilihkan, kenapa? . untuk mewarisi keilmuan Nabi. makanya dari sayyidah Aisyah tidak ada keturunan. dan jangan hujat Nabi, uwaaa...anak kecil usia 10 tahun nikahi kakek-kakek 50 tahun, mana ada orangtua yang begitu... Anda yang kurang baca.

Jangan sampai kekurang pengetahuan anda, jadi menuduh Nabi, itu tidak boleh. gak boleh dan itu melukai...melukai. gak bisa. Jangan dibaca konteks dulu dengan sekarang. Orang dulu itu beda dengan sekarang, mereka sudah terbiasa menikah dengan usia yang muda.

Abdullah bin Amr bin Ash itu nikah usianya berapa tahun itu, beda usia dengan bapaknya, 11 tahun. Ya..bapaknya itu 23 tahun, anaknya 9 tahun sudah minta nikah. Bapaknya nikah di usia 11 tahun. ada yang mengatakan 10 tahun. ada yang mengatakan 13 tahun. biasa menikah di usia muda.

🤔 . ‘Amr bin ‘Ash kabarnya pada umur 11 tahun sudah punya anak. Hingga jarak umurnya dengan anak beliau Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash hanya 11 tahun. Seperti kakak-adik.

🤔 . Al-Quran Surat An-Nur Ayat 33 

وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبْتَغُونَ ٱلْكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا۟ فَتَيَٰتِكُمْ عَلَى ٱلْبِغَآءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوا۟ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعْدِ إِكْرَٰهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu. 

🤔 . Di riwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud 

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَارَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَابًا لَا نَجِدُ شَيْئًا فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ 

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Hafsh bin Ghiyats, Telah menceritakan kepada kami bapakku, Telah menceritakan kepada kami Al A'masy, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Umarah, dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata; Aku, Alqamah dan Al Aswad pernah menemui Abdullah, lalu ia pun berkata; Pada waktu muda dulu, kami pernah berada bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Saat itu, kami sebagai kelompok pemuda yang tidak mempunyai apa-apa, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, dan juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya." 

Saya baru dari Paris kemarin. Paris, lampu merah sonoan dikit ya itu...Louis itu, Louis menikah dengan Marie Antoinette usia berapa tahun? . 13-14 tahun. itu di Eropa...udah biasa.

🤔 . Louis XVI . lahir 23 Agustus 1754 – meninggal 21 Januari 1793 pada umur 38 tahun.
Marie Antoinette . lahir 2 November 1755 – meninggal 16 Oktober 1793 pada umur 37 tahun. 
Marie Antoinette adalah Ratu Prancis terakhir sebelum Revolusi Prancis. Dia pengantin saat masih berusia 14 tahun dengan Louis Auguste yang berusia 15 tahun, pada 7 Februari 1770 untuk mempersatukan 2 negara yang sebelumnya berselisih. Austria - Prancis . itu pernikahan politik dengan Louis Auguste yang kemudian menjadi Raja Louis XVI dirancang untuk perdamaian Austria dan Prancis setelah Revolusi Diplomatik 1756 dan dimulainya Perang 7 Tahunan. Marie Antoinette dan Louis XVI memiliki 4 orang anak, yaitu Marie Therese (1778), Dauphin Louis Joseph (1781), Louis Charles (1785), dan Sophie (1786) . Saat pasangan ini naik tahta, Prancis sudah dalam kesulitan finansial. Kebijakan moneter Louis XVI gagal ketika dia memutuskan mendukung Revolusi Amerika. Ditambah isu perselingkuhan Marie Antoinette membuat citranya buruk di mata rakyatnya. Louis XVI yang awalnya dicintai rakyat, namun ketidakcakapannya dalam memerintah membuat Prancis terpuruk, pengangguran merajalela, panen gagal, harga roti dan pangan selangit. Orang-orang pun berbalik membencinya.
21 Januari 1793, kepalanya dipisahkan oleh pisau guillotine, 9 bulan kemudian, pada 16 Oktober 1793, giliran sang ratu Marie Antoinette dihukum dengan cara serupa. Selama Restorasi Bourbon setelah jatuhnya Napoleon, jasad Marie Antoinette dan Louis XVI digali kembali pada 18 Januari 1815 dan dikuburkan kembali di Basilika St Denis beberapa hari kemudian.

Saya tanya begini dah...di jaman-jaman dulu ya. Raden Ajeng Kartini. berapa usianya saat dipingit? . masih belia. masih belia kan... Dipingit, kemudian baru lantas dinikahi dalam usia balighnya. ia mengandung - melahirkan - meninggal dunia...itu kan usia yang sangat muda. Apa Anda menertawakannya? . coba Saya tantang sekarang, siapa yang berani melecehkan Kartini... Pahlawan Nasional. Ayo bicara sekarang...Anda akan dihukum banyak orang, menyalahkan Pahlawan Nasional. Sekarang...manusia biasa saja, Anda tidak bincangkan karena takut manusia. Kenapa Anda berani menyalahkan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Aisyah? . Anda siapa?

🤔 . Raden Ajeng Kartini Djojoadhiningrat (suami) Sosroningrat (ayah) - 21 April 1879 - 17 September 1904. Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat punya 2 istri.
1. Mas Ayu Ngasirah (6 putra, 2 putri)
=>1. Raden Mas Slamet Sosroningrat . (15 Juni 1873)
=>2. Raden Mas Sosrobusono . (11 Mei 1874)
=>3. Raden Mas Sosrokartono . (10 April 1877)
=>4. Raden Ajeng Kartini . (21 April 1879)
=>5. Raden Ajeng Kardinah . (1 Maret 1881)
=>6. Raden Mas Muljono . (16 Desember 1885)
=>7. Raden Mas Soematri . (11 Maret 1888)
=>8. Raden Mas Rawito . (16 Oktober 1892)

2. Raden Ayu Moerjam
=> Raden Ajeng Sulastri . (9 Januari 1877)
=> Raden Ajeng Roekmini . (4 Juli 1880)
=> Raden Ajeng Kartinah . (3 Juni 1883)

Mas Ayu Ngasirah, putri dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Hajah Siti Aminah asal Teluk Awur Jepara ini adalah ibu kandung dari Kartini. Melihat status orang tuanya, maka kurang lebihnya Ngasirah adalah seorang gadis pingitan Islam yang memiliki tradisi beragama kuat. Dia lahir di lingkungan perguruan Islam Jepara, sekitar daerah Mantingan yang menjadi pusat Islam di Jawa pada akhir dan awal abad 19-20. Ayahnya, adalah seorang guru agama yang juga bekerja sebagai mandor di pabrik gula milik orang Eropa di Mayong Jepara. Dia juga merupakan pedagang kopra di pesisir Jepara.
Kartini memiliki 3 saudara tiri dan 7 kandung.
Lahir di Mayong, Kabupaten Jepara, pada 21 April 1879. Saat itu, ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat masih berstatus sebagai Wedana Mayong. Sosroningrat menikah lagi dengan perempuan bangsawan putri ningrat berdarah Madura bernama Raden Ayu Moerjam. Dari istri barunya, Sosroningrat dikaruniai 3 orang anak perempuan. Sementara dari Ngasirah, ia memiliki 6 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Kartini merupakan anak ke-5 dan putri tertua kedua dari pernikahan Sosroningrat. Kartini menjadi anak paling sensitif di antara saudara-saudaranya. Pergaulan yang kaku dalam lingkungan Kabupaten akhirnya membentuk jiwa pemberontak dalam diri Kartini. Seorang gadis yang dewasa sebelum waktunya. 
Di usianya yang belum genap 13 tahun, ia sudah diperintahkan ayahnya menjalani pingitan (disiapkan untuk dinikahkan oleh keluarga). Setelah lulus Europeesche Lagere School sekitar awal 1892. 
Untuk ukuran perempuan ningrat abad ke-19, Kartini memang terlambat kawin. Saat menikah pada 8 November 1903 dengan Bupati Rembang Kanjeng Raden Mas Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat, usia Kartini sudah menginjak 24 tahun. Masa pingitannya pun termasuk cukup lama dibandingkan kakak dan adik-adiknya. Akibat berulang kali menolak menikah, masa pingitan Kartini sempat ditambah dari dua menjadi empat tahun. Lalu ditambah lagi menjadi total enam tahun. Kardinah serta Rukmini adalah saudara yang paling dekat dengannya. 
Kartini mahir berbahasa Belanda dan memiliki tata bahasa yang sangat bagus karena ia selalu mengisi waktu dengan banyak membaca buku. Selain membaca buku, Kartini juga gemar memasak. Dia pernah memasak untuk diplomasi dan menunjukan peradaban Jawa di mata Belanda. Resep makanan paling terkenal dari Kartini adalah Sup Pangsit Jepara dan Ayam Besengek. Resep ini ditulis dalam aksara Jawa dengan takaran yang masih menggunakan alat ukuran abad 20
Kartini juga mendirikan sekolah untuk perempuan dan juga memperkenalkan ukiran Jepara sampai ke Eropa. Karena tindakannya ini, maka Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1929 mendirikan Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara sebagai penghargaan kepada Kartini.
Peran Kartini Selain memperjuangkan hak wanita, juga menjadi juru dakwah dengan mengenalkan agma Islam. Kartini selalu berusaha memberikan wajah yang baik tentang Islam kepada dunia. Dia membawa banyak cerita tentang ajaran Islam dalam korespondensinya.
Raden Ajeng Kartini lebih dikenal lewat bukunya “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang). 
Selain Rosa Abendanon, teman wanita berkebangsaan Belanda lainnya yang juga mendukung setiap pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini adalah Estelle “Stella” Zeehandelaar.
Perkenalan keduanya dimulai setelah surat Kartini dimuat di majalah mingguan Belanda 'De Hollandsche Lelie'. Majalah tersebut merupakan majalah khusus wanita progresif yang ingin memperjuangkan hak-hak perempuan. Dalam suratnya, Kartini menulis seorang perempuan muda Jawa yang terdidik berharap ada pelanggan majalah tersebut di Belanda yang bersedia berkirim surat dengannya untuk bertukar pikiran dengan perempuan muda berpendidikan. Kartini tahu majalah ini dari Marie Ovink-Soer, istri asisten residen Jepara yang sudah menganggapnya seperti keluarganya sendiri. Atas saran Ovink, Kartini mengirim surat kepada redaksi De Lilie yang kemudian dimuat pada 15 Maret 1899. Tak sia-sia, surat itu kemudian mendapat tanggapan dari Stella. Sejak itulah keduanya jadi sahabat pena. Stella berusia 24 tahun, 5 tahun lebih tua daripada Kartini. Ia bekerja di kantor pos dan telegram di Amsterdam. Sejak ayahnya meninggal, wanita Belanda ini diasuh oleh pamannya yang seorang dokter. Stella rajin menulis untuk berbagai jurnal perempuan. Ia juga menulis novel feminis Hilda van Suyerberg di De Lelie yang kemudian laris di pasaran. Tak disangka, novel itu telah berulang kali dibaca Kartini sebelum mengenal Stella. Keduanya mulai saling berkirim surat pada 25 Mei 1899, Stella menjadi tempat curahan hati Kartini soal kegalauan dan gagasannya terkait budaya Jawa, penjajahan, pendidikan perempuan, dan keinginannya belajar di Belanda. Kepada Stella, perempuan ningrat jawa ini tak ragu menyatakan pikiran 'liarnya'. Itu sebabnya, surat-surat yang akhirnya diterbitkan pada 1911 dengan judul 'Door Duisternis Tot Licht' (Habis Gelap Terbitlah Terang) sudah disunting. Pasalnya, Kartini selalu jujur sampai hal sekecil-kecilnya sehingga Stella ragu untuk mengungkap korespondensi pribadi mereka kepada publik. 
Surat balasan Stella tak pernah ditemukan sejak menjadi sahabat pena Kartini, Stella mengaku menerima setidaknya 25 surat, sejumlah kartu pos, dan buku setebal 48 halaman. Namun, saat diajak bekerja sama menerbitkan semua surat itu, hanya 14 surat yang diserahkannya. Di sisi lain, semua surat balasan Stella untuk Kartini tak pernah ditemukan. Stella berhasil mendapatkan beasiswa untuk Kartini berkat aktif dalam gerakan sosialis, Stella mengenal banyak politisi kiri. Ia pun berhasil mendapatkan beasiswa agar Kartini bisa belajar di Belanda. Beasiswa itu didapat dengan bantuan Henri Hubertus van Kol dan Van Overvelt, anggota parlemen radikal di Belanda. Sayangnya, dalam surat terakhirnya tertanggal 25 April 1903, Kartini menyampaikan bahwa ia batal ke Belanda. Perempuan Belanda ini pun kecewa, apalagi Kartini dikabarkan meninggal tak lama kemudian. Ia menganggap pernikahan telah merenggut segalanya dari hidup Kartini. Tak sampai di situ, Stella mendengar dari Van Overvelt bahwa Kartini batal menuntut ilmu ke Belanda akibat strategi pemerintah Hindia Belanda. Hal ini lantas membuatnya marah kepada pemerintah kolonial.
Apresiasi diberikan pada Kartini, kini namanya menjadi nama di empat jalan raya di Belanda. Yakni di Amsterdam, Utretch, Veerlo dan Harleem. 
R.A. Kartini wafat, beliau dimakamkan di desa Bulu Kecamatan Bulu terletak 17,5 Km ke arah selatan kota Rembang. meninggalkan anak semata wayang, Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat (13 September 1904 - 17 Maret 1962) 
Setelah Kartini wafat, Mr. J. H. Abendanon selaku Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia-Belanda mulai mengumpulkan semua surat yang dikirimkan Kartini kepada teman-temannya yang ada di Belanda. Semua pemikiran dan surat Kartini tersebut dibukukan dengan judul Door Duisternistot Licht yang artinya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Dalam buku yang diterbitkan pada tahun 1911 ini terdapat beberapa kutipan inspiratif dari Kartini yang bisa menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi kaum wanita untuk terus meraih cita-citanya.

Kembali ke Ustadz Adi Hidayat....

Kalau tidak paham ilmu, jangan bicara. Kalau gak paham ilmunya, belajar dulu..belajar dulu. Takut khawatir salah ucap, karena itu jangan sembarangan mengatakan sesuatu. Di konteks dulu, dibaca dulu, dilihat dulu apa hikmahnya... Ternyata, dipilih yang paling belia ini, setelah baligh...baligh, baru diajak berumahtangga. Hidup berumahtangga itu untuk belajar kehidupan fiqih dirumahtangga. Bagaimana mandinya Nabi dirumahtangga... Bagaimana bangun-tidurnya... Bagaimana saat Nabi kemudian menyantap makanan...haditsnya banyak dari Sayyidah Aisyah, ternyata Aisyah anak yang cerdas.

Setelah dewasa disampaikan semua itu..jadilah guru. Jadilah guru! Sayyidah Aisyah yang meriwayatkan hadits-hadits dari Nabi yang jarang didapatkan yang diluar rumah...sebab gak semua orang bisa masuk rumah. Kalau yang lainnya banyak. Sayyidah Khadijah sudah wafat duluan sebelumnya. Zainab meriwayatkannya sedikit-sedikit, tampilannya khusus. Saudah binti Zam'ah...saat Anda jadi nenek-nenek dewasa seperti apa berbakti pada suami, kalau suami masih ada...masih ada disitu. Jangan sampai canda hilang. Saudah binti Zam'ah itu sudah sepuh...Nabi menikah, tapi masih bisa bermain canda dengan Nabi. Pulang...masak... Senang masak beliau, bikin adonan..oleh Nabi diambil adonan, dicolekkan dikeningnya...tertawa bersama. Masih kakek-nenek pun masih bisa bercanda. Langgeng kehidupan cintanya. CONTOH!

🤔 . Rasulullah yang menjadi suri tauladan dan role model, telah dijelaskan pula dalam dua ayat berikut:
QS. Al-Ahzaab: 21 dan QS. Al-Qalam: 4

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا 

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ 

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. 

Model..karena Nabi diutus itu jadi model. Anda diutus..model dunianya gak laku...haha..makanya gak ada utusan, kitanya itu diciptakan untuk mengikuti model. Dipraktekkan dalam hidup...begitu cara bacanya. Jadi, kalau cara bacanya begitu enak kita. Saya mohon maaf, ya kalau terkait Allah - Nabi, mungkin tegas saya itu...tapi tegas itu karena sayang bukan benci. Takut Anda punya masalah, sedangkan Anda itu kawan Saya, sahabat Saya...Saya do'akan. Kan paling gak enak berpisah dengan sahabat kita, atau ada yang benci Nabi..Kita kan paling gak enak. Karena itu...kalau masalah tentang Nabi, Saya tegas..tapi ketegasan itu sebagai cinta bukan radikal..haha..bukan radikal, antum saksi ini. Tunjukkan radikal saya dimana, nanti Saya perbaiki. Kan kita memperbaiki diri..setiap hari ada yang salah itu biasa..pasti, tapi dibalik yang salah itu kita bertaubat. Tunjukkanlah kalau ada yang kurang baik...tunjukkan supaya Saya perbaiki.

Ya..Alhamdulillah, mudah-mudahan Allah berikan kebaikan. Alhamdulillah...kita...gak perlu banyak-banyaklah hal-hal yang kita bahas..sedikit, tapi bisa bermanfaat. Insya Allah...yak, jadi..beberapa waktunya Saya mohon do'a juga. Saya sedang menata diri untuk belajar lagi, kemudian mengkaji lagi, praktekkan lagi. Jadi, silahkan saya senang hati...kalau ada yang kurang, sampaikan..Saya koreksi. Kalau ada praktek yang kurang tepat, sampaikan..Saya perbaiki. Jadi, kita bisa berbuat lebih baik..lebih baik lagi. Insya Allah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liuxing Hudie Jian - Meteor, Butterfly, Sword.

Harut wa Marut