Youtube Audience Channel - Religion Debate
Bible VS Al-Qur'an
"[The Bereans]...searched the scriptures daily [to see] whether those things were so." Acts 17:11
According to the Berean Call website, Dave Hunt will be debating Shabir Ally on February 23rd 2008 at 7pm at the All Saints Catholic High School in Whitby, Ontario. The title is “Christianity vs. Islam.” Interestingly, this is the third of three debates Hunt is scheduled to do in only 24 hours: the first on Hinduism the night before, the second on atheism at high noon on the 23rd.
Acts 17:11 New International Version (NIV)
"Now the Bereans Jews were of more noble character than those in thessalonica for they received the message with great eagerness and examined the scriptures every day to see if what Paul said was true."
Debat Islam - Kristen, Shabir Ally - Dave Hunt
Youtube : EFDawah Indonesia
Link : https://youtu.be/KAlKLCX0zJ4
Subs : 72.7 rb • Like : 5.5 rb • View : 759 rb • Komen : 2.1 rb. Menit : 2.39.06 .
David Charles Haddon Hunt (September 30, 1926 – April 5, 2013)
Publications
• America, Israel and Islam
• America, the Sorcerer's New Apprentice: The Rise of New Age Shamanism
• Battle for the Mind
• Beyond Seduction: A Return to Biblical Christianity
• Cosmos, Creator, and Human Destiny
• Countdown to the Second Coming
• The Cult Explosion
• A Cup of Trembling: Jerusalem and Bible Prophecy
• Death of a Guru
• Debating Calvinism: Five Points, Two Views; Dave Hunt and James White
• Global Peace and the Rise of Antichrist
• The God Makers
• Honest Doubts
• In Defense of the Faith: Biblical Answers to Challenging Questions
• Judgment Day! Islam, Israel and the Nations
• The Mind Invaders (formerly titled The Archon Conspiracy)
• The New Spirituality
• Occult Invasion
• Peace, Prosperity, and the Coming Holocaust subtitled "The New Age Movement in Prophecy"
• The Power of the Spirit (by William Law, edited by Dave Hunt)
• Revelation Hoofbeats (contributing author)
• Sanctuary of the Chosen
• Secret Invasion
• Seduction of Christianity: Spiritual Discernment in the Last Days
• Seeking and Finding God
• To Russia With Love (formerly titled Mission: Possible)
• Toward the 7th Millennium: A Penetrating Look into the Future (contributing author)
• Understanding the New Age Movement
• Unmasking Mormonism
• An Urgent Call to a Serious Faith
• What Love Is This? Calvinism's Misrepresentation of God
• Whatever Happened to Heaven
• When Will Jesus Come?: Compelling Evidence for the Soon Return of Christ
• A Woman Rides the Beast
• Y2K: A Reasoned Response to Mass Hysteria
Shabir Ally
Publications
• Reply to Robert Morey's source of Islam theories
• Is Jesus God? The Bible Says No!
• 101 questions to ask visiting Jehovah's Witnesses. A second volume is entitled Another five questions to keep you going.
• Yahweh, Jehovah or Allah : which is God's real name?
• 101 clear contradictions in the Bible
• What God said about eating pork : & issue for Muslims / Christian dialogue
• Science in the Qur'an
• Common questions people ask about Islam
• Christianity Vs. Islam : A Muslim and a Christian Debate 8 Crucial Questions.
MC : "Telah hadir bersama kita pada hari ini yaitu Michael Korn yang akan menjadi Moderator. dan..berikan tepuk tangan untuknya..(clapping-applause)..Michael, semua Saya serahkan kepada Anda."
Moderator : "Baiklah... Perdebatan pada malam hari ini..well.. Saya ingin menegaskan diawal..dan Saya tahu bahwa hal ini dirasa berlebihan, tapi hanya ingin mengingatkan orang-orang tentunya. Hormat kepada setiap orang yang ikut berpartisipasi karena..hal ini sangatlah penting di Kanada pada masa sekarang..dimana gagasan bisa ditunjukkan secara terbuka. Saya tahu..ada orang-orang yang merasa tersinggung dengan gagasan tertentu, tapi itu merupakan sifat alami dari seseorang yang dewasa..di dunia yang sifatnya plural karena beberapa gagasan itu bersifat menyinggung. mulai membiasakanlah!
Kita ada dan kita hidup bersama-sama..jadi, hormatilah orang-orang yang bersedia hadir..duduk disini berpartisipasi dan memberikan opini mereka, Saya pikir ini adalah hal yang indah..dan ini adalah keberhasilan dari sebuah demokrasi. So, kita akan mendapatkan kegiatan yang menghormati disini, Agama Kristen dan Agama Islam.
Kristen dan Islam, merupakan subyek pada malam hari ini. Bagaimana ketentuannya? sama seperti perdebatan yang dilakukan sebelumnya. 40 menit untuk masing-masing orang. masing-masing 40 menit, kemudian masing-masing akan memiliki 15 menit untuk membantah, dan..kesimpulan selama 5 menit untuk masing-masing. Kemudian kita akan masuk ke dalam sesi pertanyaan. Anda bisa menuliskan, jika menginginkannya. Anda menuliskan pertanyaan anda, dan kami akan membacakan pertanyaan tersebut. Seharusnya ada babak kedua dalam sesi bantahan sebelum.. Okay, kita bisa melakukan itu. Kita bisa melakukan itu. Kita bisa membuatnya jadi dua. Kita mungkin memiliki babak kedua dari sesi bantahan, jadi 40, 15, 5, dan 5.
And... Dave Hunt.. beberapa dari Anda sekalian..jika Anda belum melihat pada perdebatan sebelumnya..jadi Saya akan memperkenalkan dirinya lagi untuk Anda yang tidak tahu siapa dia, tapi tampaknya tidak banyak dari Anda yang tidak tahu.. Dave Hunt adalah pengarang yang laris. Peneliti. memberikan perkuliahan internasional selama lebih dari 30 tahun, dan berhasil menjual lebih dari 4 juta buku. Beberapa judul buku diterjemahkan kedalam lebih dari 15 bahasa. banyak bukunya yang tersedia diluar sana yang mendiskusikan..filosofi psikologi timur dan egoistis, ekumenisme..ajaran non-kitabiah... Kekhawatiran mengenai politik Islam dan Agama Islam. Artikelnya..perkuliahannya juga sangat terkenal, perkuliahan tamu dan sosok yang terkenal di Radio.
Shabir Ally... yang pernah ada dipertunjukkan TV Saya sebanyak 2 - 3 kali, menyenangkan sekali mengundang dia sebagai tamu disana. Mempunyai gelar sarjana dibidang studi agama dari Universitas Laurentian di Sudbury, Ontario... yang mengkhususkan kepada literatur Bible. Dan..mempunyai gelar Magister dalam studi agama dari Universitas Toronto dengan kekhususan..mengenai Tafsir Al-Qur'an. Dia sedang mengejar PhD, bagaimana sejauh ini?
Shabir Ally : "Cukup bagus."
Moderator : "Cukup bagus? Dia sedang belajar S-3 dalam bidang Tafsir Qur'an di Universitas Toronto. Dia merupakan Presiden dari "Islamic Information and Dawah Center International" di Toronto, dimana dia menjadi seorang Imam disana. Dia..melalangbuana mewakili Islam.. Memberikan perkuliahan umum dan dialog antar umat beragama. Dia menjelaskan Islam dalam program TV secara mingguan, "Let the Qur'an Speak" . Saya pikir program TV tersebut ada di CTS kan?"
Shabir Ally : (mengangguk)
Moderator : "So, saluran TV yang bagus. Baik, 40 menit pertama akan diberikan kepada Dave Hunt, silahkan."
Dave Hunt : "Baiklah.. Okay, baiklah.. Saya pikir sudah ada sedikit diskusi yang dilakukan dibelakang layar. Saya tidak memperhatikan bahwa Shabir mengatakan seharusnya itu adalah "Bible terhadap Qur'an" . dan Saya pikir hal ini... Hal ini tidaklah begitu bermasalah karena..Bible adalah dasar dari agama Kristen dan Al-Qur'an adalah dasar dari agama Islam. So, kelihatan semuanya sudah terwakili. Sekali lagi...Saya ingin berterimakasih kepada Paul McGregor dan para sponsor dari rangkaian perdebatan-perdebatan ini. Dan Saya pikir ini adalah sebuah gagasan yang hebat. Beberapa dari Anda ada yang berpikir Saya akan melakukannya lagi?"
(Audience applause)
Ok..very good..Haha..mereka menyukai perdebatan. Paul berdebat sepanjang waktu. Dia berdebat setiap hari di Pasar, di Sinagog. Istri Saya tidak menyukai perdebatan dan Saya mengambil penghiburan dari Paul. Dia melakukannya sepanjang waktu dan itu adalah bagian dari tugasnya. And... Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kru film dan Michael Korn...karena sudah bersedia menjadi Moderator dan Sekolah yang menyewakan tempat ini kepada kami. Saya ingin membuat hal ini sangat jelas seperti yang telah Saya lakukan di 2 debat sebelumnya. Saya tidak disini... tidak untuk mewakili atau membela agama manapun juga... Protestan, Katolik, Metodis, or Metodisme... atau... atau Kalvinisme, Presbiteranisme atau apapun itu. Saya disini untuk membela dan menjelaskan mengenai agama "Biblical Christianity". Alasan untuk hal tersebut adalah karena banyak orang yang menyebut diri mereka itu orang Kristen. Saya katakan kepada mereka, "Lihatlah!" . Faktanya, Saya pernah berdebat dahulu dengan seorang Muslim di Washington DC, dan dia mengatakan bahwa Islam itu damai... Kemudian Saya katakan, "Ok, jika kamu mau membuat-buat sebuah agama...buatlah agama sebagaimana yang kau mau, tapi kamu tak bisa menyebutnya Islam" . Islam mempunyai Nabi-Nabi, mempunyai Kitab Suci, dan mempunyai Sejarah. Dan Saya mengatakan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah orang Kristen... jika kamu ingin membuat-buat sebuah agama..silahkan saja! buatlah agama yang sebagaimana kamu inginkan dan kamu bebas melakukan hal tersebut, namun Kamu tak bisa menyebutnya agama Kristen kecuali Kamu mengikuti ajaran dan contoh yang diberikan oleh Jesus Christ, dan Kamu bisa mendapatkan agama Kristen seperti yang Kamu klaim Kamu telah mengikutinya... Kamu mendapatkannya dari Bible, yaitu Firman Tuhan. Itulah kenapa Saya mendefinisikannya sebagai "Biblical Cristianity".
Sekarang Saya tidak berada disini... Saya mendengarkan sebuah debat yang dilakukan oleh Shabir, dan Saya tahu bahwa dia senang sekali mengutip para ahli dan para pengkritik dan seterusnya, Saya tidak berada disini untuk mengutip para ahli. Sejujurnya saja, banyak sekali para ahli yang mempunyai pendapat yang berbeda. Saya berada disini hanya ingin mengutip Bible, hanya ingin melihat Bible saja. Saya pikir kita harus membiarkan Bible dan Al-Qur'an berbicara untuk diri mereka sendiri. Itu pendapat saya dan dia (Shabir) bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Saya tidak mengartikan agama "Biblical Christianity", Saya tidak mengartikan bahwa agama Kristen itu ditentukan Gereja.. atau oleh denominasi, atau oleh sejumlah Teolog, orang - orang ahli saja. Saya pikir... Anda tahu, Kita sudah membicarakan mengenai sesi tanya - jawab pada sore hari tadi. Saya pikir Bible sendiri sudah cukup bisa menjelaskan dirinya sendiri, dan Al-Qur'an juga begitu, ditulis untuk orang - orang biasa, dan Anda tidak seharusnya mengonsultasikannya kepada sejumlah ahli untuk bisa mengatakan apa yang dikatakan oleh Bible atau apa yang Al-Qur'an katakan. Jika Saya harus mengonsultasikannya kepada orang ahli mengenai apa yang Bible katakan, maka Saya tidak benar - benar terhubung dengan Tuhan. Bagaimana Saya tahu jika orang ahli itu mengetahui apa yang sedang dia bicarakan? , maka Saya harus memeriksa mengenai dia, mungkin mengecek orang kepada siapa dia belajar pada mulanya.. dan hal itu, Anda tahu.. Saya tidak membawa Bible Saya, Saya harus mengutipnya saja, tapi tidak apa karena Saya tidak mempunyai tempat lagi disini, jadi hal itu tidak apa karena tidak ada tempat lagi untuk Bible disini karena podium disini begitu kecil.
Saya berada di.. dimana ya?, di New Zealand. dan Saya sudah terlalu telat untuk mendengar ini, tapi ada sebuah artikel di koran yang mengatakan, "oh, Kami bertemu dengan pemimpin Anglikan", dan mereka bertemu dengan pemimpin Muslim... dan beberapa dari mereka mengatakan, "Kita belajar begitu banyak.. Kita belajar bahwa didalam Al-Qur'an lebih banyak mengenai Jesus dibandingkan mengenai Muhammad". Saya tidak berpikir bahwa Shabir atau Saya akan setuju mengenai hal tersebut, mungkin Saya bisa lebih dekat, tapi itu bukan poinnya.. Saya berpikir didalam diri Saya sendiri, "Apakah para pemimpin Anglikan ini bertanya", tapi di Matius 23, Jesus membawa pemuka agama--- dan Saya baru saja menunjukkan terjemahan terkini Saya sendiri, Dia mengatakan, "Hai hamba yang jahat, tidak hanya Kamu tidak akan masuk Surga, Kamu berdiri diatas orang - orang yang akan masuk Surga, karena Kamu membuat sistem agama yang begitu rumit dan mereka berada dalam belas kasihanmu, karena Kamulah satu - satunya yang bisa menafsirkannya". Saya pikir ini bukanlah apa yang Jesus inginkan, ok?
Tuhan dari Bible tidaklah mengharapkan.. Dia tidak meninggalkan manusia ditangan belas kasihan dari seorang ahli untuk menafsirkan apa yang Dia katakan, dan Saya tidak percaya kepada hal tersebut, maka Saya tidak mengutip para ahli. Shabir senang sekali mengutip berbagai orang yang dianggap sarjana Bible.. paling tidak di 1 atau 2 debat yang dia lakukan dan Saya telah mendengarkan ahli sejarah yang mengkritisi Bible dan agama Kristen.. Dan mereka tidak menyediakan bukti apapun, sebuah spekulasi yang tidak ada ujungnya... serangkaian hal yang membosankan mengenai, "Kenapa begini dan seharusnya begitu" . yang satu sama lainnya saling bertentangan.
Saya akan melanggar apa yang baru saja Saya katakan... dan Saya akan mengutip salah- satu kritikus dari Islam, dan mungkin kamu akan mengutip banyak para pengkritik dari agama Kristen... Well, Ali Dashti.. Saya yakin jika Shabir tahu siapa dia.. Dia menjelaskan bahwa salah- satu pengikut Muhammad, Abdullah Sarh... memberikan banyak saran kepada Nabi untuk meningkatkan Al-Qur'an dengan cara memparafrasakannya, menambahkannya, atau menghapuskannya... sebuah saran yang.. seperti yang dia katakan telah diikuti oleh Muhammad. Pada akhirnya, Sarh keluar dari agama Islam... bahwa meyakini sejumlah fakta bahwa Al-Qur'an itu benar- benar berasal dari Tuhan, maka tidak perlu diubah dalam kata- kata yang ada atau dalam konsep yang ada dan tidak bisa diubah. Ketika Mekkah dikuasai, maka Abdullah Sarh adalah salah- satu orang yang pertamakali dihukum mati oleh Muhammad, itulah bagaimana mereka memaksakan kebenaran didalam Islam.
🤔 عبدالله بن سعد بن أبي السرح Dalam Sunan Abi Daud, Utsman bin Affan Radhiallahu ‘Anhu memberikan pembelaan kepada Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh. Berikut ini riwayatnya:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِى سَرْحٍ يَكْتُبُ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَزَلَّهُ الشَّيْطَانُ فَلَحِقَ بِالْكُفَّارِ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُقْتَلَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَاسْتَجَارَ لَهُ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَأَجَارَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Dahulu Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh menuliskan wahyu untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu syetan menggelincirkannya sampai dia kafir. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membunuhnya pada hari Fathul Makkah, namun Utsman meminta pembebasan baginya, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun membebaskannya. (H.R. Abu Daud No. 4360.)
Syaikh Al Albani menyatakan hasan) Dalam Usudul Ghabah, juga disebutkan bahwa Ibnu Abi Sarh ini diberikan jaminan oleh Utsman Radhiallahu ‘Anhu. (Imam Ibnul Atsir, Usudul Ghabah, 1/455)
Ibnul Atsir menceritakan, bahwa dikemudian hari Ibnu Abi Sarh ini baik keislamannya setelah dulunya murtad, tidak nampak padanya hal-hal yang munkar. Dia salah satu orang cerdas, orang terhormat Quraisy yang kemudian oleh Khalifah Utsman diangkat menjadi gubernur Mesir pada tahun 25 H. Bahkan ditangannya mampu menaklukkan Afrika. Penaklukan ini disaksikan oleh Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubeir, dan Abdullah bin Amr bin Ash. Utsman Radhiallahu ‘Anhu adalah saudara susuan Ibnu Abi Sarh. ibunya, Mahabah binti Jabir Al ‘Asy ‘ari adalah perempuan yang menyusui Ustman bin Affan. (Ibid, 1/617)
Ibnu al-Asir dalam al-Kamil fi at-Tarikh meriwayatkan tentang murtadnya Abdullah bin Abi Sarh dengan mengatakan: “Usman bin Affan memiliki saudara sepersusuan yang bernama Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarh al-Qurasyi al-Amiri. Sahabat Nabi ini telah masuk Islam sewaktu di Mekah. Beliau mengemban tugas mulia dari Nabi sebagai pencatat wahyu. Namun ternyata Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarhin “mempermainkan wahyu”. Ia mencatat wahyu sekehendak hatinya.
Prof. Muhammad Ridha dalam Sirah Nabawiyah, mengisahkan dari Sirah Al Halabiyah bahwa Ibnu Abi Sarh pernah masuk Islam sebelum peristiwa Fathul Makkah. Bahkan, ia pernah menuliskan wahyu untuk Rasulullah. Ia penulis wahyu yang sering berkhianat. Apabila Rasulullah mendiktekan “Samii’an bashiiraan, maka ia tulis “Aliman hakiiman.” Pun apabila Muhammad mendiktekan, “Aliman hakiiman”, maka ia tulis “Ghafuuran rahiiman.”Ketika Rasulullah menyampaikan ayat masuk ke dalam kata al-Kafirun, Abdullah menulisnya dengan “az-zhalimun”. Jika rasul mendiktekan ‘azizun hakim’ maka Abdullah menuliskannya dengan sebutan ‘alimun hakim’ dan seterusnya sampai-sampai kemudian hal tersebut diketahui oleh Nabi SAW melalui turunnya ayat 93 dari surat al-An’am.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS. Al-An’am : 93)
Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah.
. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللهِ كَذِبًا (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah)
Yakni bagaimana kalian mengatakan Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia, sedangkan hal itu menjadikan kalian mendustakan para nabi, dan tidak ada orang yang lebih zalim dari orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah seperti orang yang mengaku dirinya nabi padahal ia bukan nabi, atau berbohong terhadap Allah dalam suatu hal.
. أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ (atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya)
Dan Allah telah menjauhkan para nabi-Nya dari apa yang kalian klaim atas mereka. Dan perbuatan kalian ini merupakan perbuatan para pendusta dan para pemimpin kesesatan seperti Musailamah al-kadzzab, Aswad al-ansy, dan Sajjah.
. وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ اللهُ ۗ( dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”)
Yakni mengaku bahwa ia mampu menandingi Al-Qur’an dengan yang semisalnya, yang mengatakan “seandainya kami mau maka kami akan mendatangkan perkataan yang seperti ini.
Pendapat lain mengatakan: dia adalah Abdullah bin Abi Sarh, dahulu ia menulis wahyu untuk Rasulullah, maka Rasulullah mendiktenya (ثم أنشأناه خلقاآخر) lalu Abdullah berkata (فتبارك الله أحسن الخالقين) maka Rasulullah menjawab: “memang seperti itu ayat ini diturunkan”. Maka Abdullah ketika itu mendapat keraguan seraya bergumam: “seandainya Muhammad berkata benar maka aku telah diberi wahyu sebagaimana ia diberi wahyu, dan seandainya ia berbohong maka sebenarnya aku telah berkata sebagaimana yang ia katakan”. Kemudian ia murtad dari agama Islam dan bergabung dengan orang-orang musyrik, dan ia kembali memeluk Islam pada hari penakhlukkan kota Makkah sebagaimana telah diketahui.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
(14)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu Hilang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mu'minun : 12-14).
Suatu kali, Rasulullah tengah mendiktekan untuknya QS Al Mu’minuun ayat 12-14 tentang penciptaan manusia. Di akhir ayat ke 14, Ibnu Abi Sarh takjub hingga tercetuslah kata-kata “Fatabaarokallaahu ahsanul khaaliqin” sebelum Rasul mendiktekannya. Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Rasulullah lantas berkata, “Tulislah itu, memang begitulah yang diturunkan.” Ibnu Abi Sarh kemudian berkata, “Kalau Muhammad adalah nabi yang dituruni wahyu, maka aku juga nabi yang dituruni wahyu.” Menurut Ath-Thabari Surah Al-An’am, ayat 93 turun berkaitan dengan Ibnu Abi Sarh dan Musailamah al kazzab bin al-Habib (Jami’ul Bayan fi Ta`wili al-Qur`an, 11/536). Syaikul Islam, Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya yang berjudul al-Sharim al-Maslul ‘Ala Syatimi al-Rasul (Hal: 115) bisa diketahui bahwa Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh berdusta atas nabi. Dirinya beranggapan telah menyempurnakan wahyu nabi sehingga ia bisa menulis apa saja yang dikehendaki, ini karena dia merasa disepakati dan dibiarkan nabi. Sampai ia beranggapan akan turun wahyu kepada dirinya. Perbuatannya ini jelas mencela Rasulullah dan kitabnya yang bisa membuat keraguan kepada kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Lalu karena ketahuan (QS. Al-An'am : 93), Abdullah kabur ke Mekah dan menjadi murtad. Ia berkata kepada orang-orang kafir Quraisy bahwa “agama jahiliyyah” lebih baik daripada Islam dan berkomplot dengan kaum kafir Quraisy dalam memusuhi Nabi. “Sesungguhnya aku telah memalingkan Muhammad sesukaku. Dia mendiktekan kepadaku aziizun hakim, maka aku mengatakan 'aliimun hakim'. Maka dia katakan, 'Ya semuanya benar.' Apapun yang aku katakan, maka dia mengatakan, ‘Tulislah, memang seperti itu yang diturunkan."
Saat terjadinya penaklukan kota Mekah, Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarh lari. Ia takut dibunuh dan lantas kemudian meminta jaminan keamanan kepada Usman bin Affan. Usman lalu menyembunyikannya sampai keadaan tenang. Setelah kondisi tenang, Usman bin Affan membawa Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarh ini kepada Rasulullah SAW. Saat datang menemui Rasulullah, Rasul pun terdiam tidak menjawab dalam jangka waktu yang sangat lama sebelum akhirnya mengeluarkan jaminan keamanan bagi Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarh setelah bertaubat dan menyatakan keislaman kembali.
Ketika Utsman menjadi khalifah pada 644 M, dia menunjuk Ibn Abi Sarh sebagai gubernur Mesir menggantikan 'Amr ibn al-'Ash . Selama menjadi gubernur Mesir (646 M hingga 656 M), Ibn Abi Sarh membangun angkatan laut Arab Mesir yang kuat. Di bawah kepemimpinannya, angkatan laut Muslim memenangkan pertempuran laut besar pertamanya melawan kaisar Bizantium Konstans II di Pertempuran Tiang pada 655 Masehi. Salah satu prestasinya saat menjadi gubernur Mesir adalah merebut Tripoli pada 647 di mana ia membawa Libya ke dalam Kekuasaan Islam. Alhamdulillah Islam pun menyebar dan berkembang ke Tunisia hingga ke daerah Sudan.
Setelah Khalifah Ustman bin Affan wafat, Abdullah bin Sa'ad pergi ke kota Asqalan di Palestina. Dia tinggal disana dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah. Beliau selalu berdoa kepada Allah agar akhir hidupnya husnul khatimah, ditutup dengan ibadah. Ketika waktu shalat subuh tiba, ia pun shalat mengimami kaum muslimin. Pada rakaat pertama membaca surat Al-fatihah dan surat Al- Adiyat. Setelah rakaat kedua, ia memberikan salam ke kanan, kemudian salam ke kiri, lalu Allah langsung mewafaatkannya. Abdullah bin Sa'ad wafat pada tahun 37 H dan dimakamkan di kota tersebut.
al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari di bab Alamat Nubuwwah fi al-Islam meriwayatkan sebuah hadits riwayat Anas bin Malik RA yang menceritakan bahwa ada seorang Nasrani dari Bani Najjar yang masuk Islam. Pasca keislamannya, ia mendapat amanah untuk menulis wahyu, sebagaimana Ibnu Abi Sarh. Di mata sahabat, orang ini begitu dikagumi karena telah menghafalkan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran. Waktu itu, siapa saja yang bisa menghafal keduanya sangat dihormati dan dikagumi.
ia membaca dan menulis Surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Ia pun memiliki kedudukan sebagai sekretaris Nabi SAW. Selanjutnya, ia murtad dan kembali memeluk agama Nasrani. Setelah itu ia berkata, “Muhammad tidak mengetahui (dariku) kecuali apa yang aku tuliskan untuknya.”
Kemudian Allah menakdirkan kematian untuknya. Di saat para kerabat orang itu menguburkan jenazahnya, ternyata tanah (bumi) tidak mau menerimanya. Bumi memuntahkan kembali jasadnya. Awalnya Rasulullah SAW dan para sahabatnya dituduh mengeluarkan jasadnya. Namun, hal itu ternyata berulang kali terjadi. Ketika dikuburkan, jasad itu muncul kembali ke permukaan Para kerabatnya pun menggalikan kembali liang yang paling dalam untuknya. Tapi hasilnya tetap sama, jasad itu keluar lagi ke permukaan tanah. Akhirnya mereka menyadari, bahwa kejadian itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Dan jasad Nasrani itu diletakkan begitu saja di atas tanah.
Imam Muslim menambahkan: “Ada seorang lelaki nasrani dari kalangan Bani Najjar yang masuk Islam dan menghafal surat al-Baqarah dan surat Ali Imran. Laki-laki ini menjadi sekretaris Nabi. Kemudian ia kabur dan berafiliasi kepada ahli kitab.”
Dalam kisah ini, tidak diceritakan bahwa Nabi SAW memerintahkan sahabat lainnya untuk mencari sahabat yang murtad ini dan tidak ada perintah pula untuk membunuhnya. Dengan kata lain, nabi hanya membiarkannya.
Fenomena Sahabat yang Murtad di Awal Masa Islam
Isra' Mi’raj terjadi di tahun keenam di masa kenabian. tahun wafatnya Abi Thalib dan Khadijah binti Khuwaylid. sejarawan lainnya berpandangan bahwa Isra Mi’raj terjadi setahun sebelum hijrah ke Madinah. Namun terlepas dari perbedaan ini, mayoritas sejawaran mengatakan bahwa ada sebagian sahabat Nabi yang masuk Islam menjadi murtad setelah nabi menceritakan pengalaman Isra' dan Mi’rajnya.
Imam Ahmad dalam Musnad dan an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra menyitir riwayat dari Ibnu Abbas. Beliau berkata, “Nabi melakukan Isra ke Bait al-Maqdis kemudian beliau pulang di malam yang sama dan menceritakan perjalananya dan tanda-tanda bait al-Maqdis berserta unta-untanya. Lalu banyak orang berkata: "kami tidak mempercayai kata-kata Muhammad. Lalu mereka menjadi murtad dan kafir…”
Imam at-Tabari juga dalam tafsirnya, Jami al-Bayan fi Ta’wil Ayil Quran, ketika menafsirkan surat al-Isra ayat 60, meriwayatkan peristiwa banyaknya sahabat Nabi yang mulanya mempercayainya kemudian menjadi murtad.
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (QS. Al-Isra : 60).
Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah.
. وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ (Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”)
Yakni mereka berada dalam genggaman-Nya dan di bawah kekuasaan-Nya. Terdapat pendapat mengatakan yang dimaksud dengan manusia disini adalah para penduduk kota Makkah. Allah berkuasa atas mereka dan akan memberimu kuasa atas mereka, maka janganlah kamu tergesa-gesa.
وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِىٓ أَرَيْنٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ (Dan Kami tidak menjadikan mimpi (penampakan) yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia)
Penampakan ini merupakan penampakan nyata pada saat malam isra’ mi’raj yang disebutkan pada awal surat, dan disebut sebagai mimpi karena itu terjadi pada malam hari. Sedangkan ujian yang dimaksud adalah murtadnya sekelompok orang yang sebelumnya telah beriman akibat kabar isra’ mi’raj yang Rasulullah sampaikan kepada mereka.
Pendapat lain mengatakan bahwa penampakan itu adalah dalam mimpi. Allah menampakkan kepada Rasulullah dalam mimpi bahwa ia melawan kafir Quraisy di perang Badar.
وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِى الْقُرْءَانِ ۚ (Dan (begitu pula) pohon yang terkutuk dalam Al Quran) Yakni pohon Zaqqum.
Dan yang dimaksud dengan (الفتنة) adalah bahwa Abu Jahal dan lainnya mengatakan: sahabat kalian itu (Muhammad) mengatakan bahwa neraka Jahannam dapat membakar batu, kemudian ia mengatakan bahwa di neraka tumbuh pepohonan. Dan diriwayatkan bahwa Abu Jahal memerintahkan budak wanitanya untuk menghidangkan kurma dan mentega, kemudian dia mengatakan kepada para sahabatnya: “nikmatilah buah Zaqqum ini”
وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيٰنًا كَبِيرًا (Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka)
Yakni menakut-nakuti mereka dangan berbagai mukjizat. Namun hal itu tidak bermanfaat bagi mereka, melainkan hanya menambah kekafiran mereka.
Dari beberapa keterangan tersebut, tidak ada cerita mengenai reaksi Nabi SAW terhadap orang-orang yang telah murtad dan keluar dari agama Islam. Tidak ada pula sunnah untuk membunuh orang murtad di awal-awal masa kenabian ini.
Murtadnya para sahabat di masa kenabian juga terjadi setelah nabi memerintahkan hijrah ke Habasyah. Dalam hal ini, kitab-kitab yang menjelaskan sirah kenabian paling tidak menyebutkan ada 2 sahabat yang murtad pasca mereka pindah ke Habasyah: Ubaidullah bin Jahsy dan as-Sukran bin Amru.
Ibnu Hisyam meriwayatkan kisahnya dari Ibnu Ishak tentang Ubaidullah bin Jahsy : “Ubaydullah bin Jahsy berhijrah ke Habasyah bersama orang-orang muslim lainnya. Ia hijrah ke Habsyah juga bersama istrinya yang bernama Ummu Habibah binti Abu Sufyan. Tatkala sampai di Habsyah, ia menganut agama nasrani dan keluar dari agama Islam sampai wafat sebagai nashrani di sana.”
Riwayat mengenai murtadnya Ubaidullah bin Jahsy juga dinarasikan oleh Ibnu Sa’ad dalam at-Tabaqat al-Kubra, al-Baladzari dalam Ansab al-Asyraf, al-Jazari dalam Usudul Ghabah fi Makrifat as-Sahabah. Semua ahli sejarah ini sepakat mengenai murtadnya Ubaidullah bin Jahsy ini.
Terkait kisahnya Sukran bin Amru, al-Baladzari dalam Ansab al-Asyraf menyebutkan: “as-Sukran pulang ke Mekkah lalu pulang lagi ke Habasyah dalam keadaan murtad atau menjadi nasrani dan ia mati di sana…”.
al-Baladzari menegaskan bahwa riwayat yang menyatakan keluarnya as-Sukran bin Amru dari islam benar dan valid. Riwayat yang dinarasikan al-Baladzari ini disebutkan dalam beberapa kitab sejarah seperti at-Tabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’ad, Usdul Ghabah fi Ma’rifah as-Sahabah karya al-Jazari, dan Tarikh al-Umam wa al-Muluk karya at-Tabari.
Riwayat-riwayat tentang murtadnya 2 sahabat yang disampaikan ahli sejarah dan ahli hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada perintah dari Nabi SAW untuk membunuh 2 sahabat yang murtad.
Kembali ke Dave Hunt...
Saya tidak mau menghina orang- orang yang ada diluar sana, tapi biarkanlah Saya mengatakannya dengan kata- kata Saya, "Islam, adalah agama yang damai dan jika kamu tidak percaya kepadanya, maka kita akan membunuhmu untuk membuktikannya." --Itulah yang tampaknya terjadi dan lalu mereka membunuhnya... Membunuhnya sebagai seorang kritikus. Saya mempunyai beberapa masalah dengan cara memaksakan kebenaran seperti itu.
Dan Saya tidak percaya bahwa kamu bisa memaksakan kebenaran... Jadi, siapapun yang membaca Bible dengan seksama akan menyimpulkan dan membuktikan bahwa Bible menafsirkan dirinya sendiri. Mereka yang menyebut dirinya sarjana Bible telah mengklaim bahwa Musa tidak menulis Pentateukh, Daniel tidak menulis Kitab Daniel, --kitab tersebut ditulis beberapa abad lalu oleh seseorang yang berpura- pura menjadi Daniel... Kemudian ada 2 atau 3 Yesaya. Gospel tidak ditulis sampai seabad atau lebih setelahnya, ditambah untuk merespon hal tersebut, para Apologist Kristen telah menulis banyak buku yang menghilangkan prasangka para Kritikus. Saya tidak mempunyai waktu untuk masuk ke detailnya atau Saya tidak merasa hal itu diperlukan. Saya berharap untuk membiarkan Bible, agama Biblical Christianity, agar bisa berbicara untuk dirinya sendiri.
Saya ingin menyederhanakan karena Saya sudah mendengarkan dari beberapa debat yang ada dan hal itu menjadi sangat rumit. Saya ingin mencoba menyederhanakan jika bisa. Hal yang mendasari debat ini bukanlah mengenai beberapa detail yang ada hal- hal teknis dan Saya tidak berpikir bahwa Shabir dan Saya sebenarnya... Mungkin Anda akan melihat pada malam hari ini bahwa Saya tidak berpikir kami setuju pada semua halnya. Islam itu adalah sesuatu yang benar- benar anti Kristen.
Jika Kamu masuk ke dalam Kitab Amsal 3 ayat 4. Di sini dibicarakan mengenai Sang Pencipta. Siapakah nama dari Sang Pencipta? . Dan siapakah nama dari anak-Nya? "Oh, Dia mempunyai anak!" . Dia mempunyai anak dan Perjanjian Lama mengatakan itu. Yesaya 9 :6-7. "Sebab Seorang anak telah lahir untuk Kita..." . Itu adalah Seorang Bayi yang dilahirkan di Bethlehem. "Seorang Putra telah diberikan untuk Kita." Itu adalah anak Tuhan yang abadi yang telah menjadi Manusia. "Lambang Pemerintahan ada diatas bahunya". Itu pastilah sedang membicarakan mengenai al-masih. "... dan namanya disebutkan Orang : Penasehat ajaib, Tuhan yang Perkasa,... Bapa yang kekal..."
Kitab Daniel 3:24-25. Kalian mungkin masih ingat mengenai kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka tidak mau menyembah kepada Berhala tersebut dan mereka dilemparkan ke dalam Api. Kemudian Raja Nebukadnezar melihat dan terkejutlah dia. Dia mengatakan, "Bukankah 3 orang yang telah Kita campakkan dengan terikat ke dalam Api? Katanya lagi, "tetapi ada 4 orang". Dan yang ke-4 rupanya seperti anak Dewa.
Wow! Saya pikir bible dari kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, memilih bahwa Tuhan memiliki Seorang Anak. Now, Islam mengatakan bahwa jika Seseorang mempercayai kepada Trinity akan memasukkannya ke Neraka, Kamu akan langsung masuk Neraka jika Kamu percaya itu. Dan itu adalah Surat 5:72.
🤔
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ .
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Ma'idah:72)
Back to Dave Hunt...
Qur'an menolak Penebusan Dosa yang merupakan salah - satu ajaran yang paling mendasar dari agama Kristen. Qur'an mengklaim bahwa Allah bisa mengampuni Siapapun yang Dia kehendaki... tanpa harus adanya denda yang dibayar, Dia bisa langsung mengampuni begitu saja. Qur'an menolak mengenai Jesus yang mati di Kayu Salib demi Penebusan Dosa Kita di dalam Surat 4:157.
🤔
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An-Nisa':157).
Back to Dave Hunt...

Komentar
Posting Komentar